Araceli Maheswari
Bungsu dari tiga bersaudara yang sekarang sedang menempuh pedidikan di SMA Negeri 8 Jakarta, kelas 11 IPA.

Tentang Celi
| Nama | Araceli Maheswari |
| Jenis Kelamin | Perempuan |
| Tempat & Tanggal Lahir | Depok, 06 Juli 2009 |
| Zodiak | Cancer |
| MBTI | ISTJ |
| Kewarganegaraan | Indonesia |
| Golongan Darah | B |
| Tinggi Badan | 170cm |
| Face Claim | KATSEYE Yoonchae |
Rupa
Araceli memiliki wajah yang berbentuk oval dan garis rahang yang lembut. Matanya besar dengan bentuk yang menyerupai doe eyes, memberi tatapan ekspresif karena matanya ikut melengkung tipis ketika tersenyum. Dipadukan dengan hidung yang proporsional serta bibir yang berlekuk halus.
Cerita Celi
Celi hadir sebagai anak terakhir, penutup kecil dalam keluarga yang membawa membawa riuh dan warna dengan caranya sendiri. Menurut Celi, kakak keduanya sama gilanya dengannya. Namun bagi orang-orang di sekitar mereka, terutama kedua orang tuanya, ceritanya selalu berbeda. Sebab di setiap keributan, atau kejadian yang membuat rumah sedikit lebih gaduh dari biasanya, nama Celi hampir selalu menjadi tersangka utama.

Semuanya terasa semakin terbukti dari betapa ketatnya aturan keluarga yang perlahan dibangun di sekelilingnya. Jam pulang, izin keluar rumah, sampai sederet nasihat yang panjangnya nyaris menyerupai pidato presiden akhir-akhir ini yang benci dia dengar.Celi punya kebiasaan mengikuti rasa penasarannya ke mana pun arah kaki ingin melangkah. Ia suka mencoba tempat-tempat baru yang sedang ramai dibicarakan, entah kafe yang mendadak viral, sudut kota yang tiba-tiba dipenuhi orang, atau tempat terkenal yang menurutnya terlalu sayang untuk hanya dilihat lewat layar ponsel. Tentu saja, Celi jarang pergi sendirian. Ia akan menggaet anak tetangga, atau membujuk kakak keduanya. Kadang sang Ibunda juga menawarkan diri untuk ikut menemani. Alasannya selalu sama, lebih aman jika bersama orang tua. Meski bagi Celi, itu terdengar seperti pengawasan dengan nama yang lebih manis.Namun ada satu hal yang lebih kuat daripada rasa sukanya pada tempat baru, yaitu ketertarikannya pada tempat-tempat yang dianggap tidak seharusnya ia datangi. Entah mengapa, semakin sering sebuah tempat diiringi kalimat, “Celi tidak boleh ke sana,” semakin besar rasa ingin tahunya tumbuh.Rasa penasaran itu pernah membawanya pada salah satu ide paling nekat yang pernah singgah di kepalanya. Saat long weekend tiba, Celi diam-diam mewarnai rambutnya menjadi pirang, merias wajahnya sedikit lebih tegas, lalu berdandan layaknya wanita dewasa agar terlihat beberapa tahun lebih tua dari usianya.Tujuannya hanya satu, mengikuti kakak keduanya masuk ke sebuah club. Dengan keberanian yang jauh lebih besar daripada logikanya, ia bahkan rela menguras sedikit isi dompet demi memastikan penjaga pintu tidak terlalu tertarik menanyakan kartu identitas yang belum dia miliki.Sayangnya, seperti banyak rencana besar Celi lainnya, petualangan itu tidak berakhir seindah bayangannya. Kejadian tersebut berujung pada murka sang Papa. Sejak hari itu, aturan rumah yang sebelumnya sudah ketat berubah menjadi jauh lebih kokoh. Celi tidak diperbolehkan keluar rumah tanpa ditemani orang tua atau kakak pertamanya, kecuali untuk urusan sekolah.Ironisnya, kejadian itu hanyalah satu lembar kecil dari sekian banyak kekacauan yang pernah berhasil Celi ciptakan. Karena bagi Celi hanya itu satu-satunya cara agar rumah tidak terasa bosan ataupun terasa kaku dengan topik yang belum dia mengerti.
Catatan Penulis
| Brackets | Deskripsi |
| ( "..." ) | Celi berbicara secara in-character |
| . . . | Plot dan aksi |
| ( ♯... ) | Celi berbicara secara out of character |
| ( Cat. ) | Penulis berbicara |
★ Everything that’s written on this website is purely fiction written by Cat. Any similarities with real-life events are coincidental.
★ Semua hal yang tertulis di laman ini adalah fiksi semata yang ditulis oleh Cat. Kejadian serupa dengan kehidupan nyata adalah sebuah ketidaksengajaan.★ Godmodding, metagaming, powerplaying, and making a rip-off out of Celi’s character is strictly prohibited.
★ Sangat dilarang untuk melakukan godmod, metagaming, powerplaying, dan rip-off terhadap karakter Arka.★ Writer is open to forming bonds as long as prior discussion is involved.
★ Penulis menerima diskusi untuk membangun relasi.
Gallery





